Minggu, 06 November 2011

RUANG LINGKUP TEKNOLOGI PENGAJARAN


1.      Batasan dan pengertian
Teknologi pengajaran merupakan satu himpunan dari proses terintegrasi yang melibatkan manusia, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi serta pengelolaan cara-cara pemecahan masalah-masalah pendidikan yang terdapat dalam situasi-situasi belajar yang bertujuan dan disengaja.  Dalam teknoogi pengajaran pemecahan-pemecahan masalah tersebut dibentuk dalam komponen-komponen sistem pengajaran yang dirancang sehingga merupakan  struktur alternative, yang dalam penggunaannya dikombimasikan kedalam satu sistem pengajaran yang lengkap.  Semua komponen teknologi pengajaran sesuai dengan parameter teknologi pendidikan.  Sebaliknya tidak semua komponen teknologi pendidikan dapat dimasukkan kedalam parameterteknologi pengajaran.  Kalau teknologi pengajaran sedang berjalan, maka teknologi pendidikan pun berjalan.  Akan tetapi, bila teknologi pendidikan sedang berjalan, tidak berarti teknologi pengajaran berjalan pula.  Didalam teknologi pendidikan, fungsi pengelolaan pengembangan lebih inklusif sifatnya karena fungsi tersebut berkaitan erat dengan pelbagai sumber belajar, tidak sesempit yang terdapat pada komponen-komponen sistem pengajaran karena mencakup semua sumber yang dapat dimanfaatkan  guna menyediakan fasilitas belajar kepada para siswa.  Rumusan teknologi pendidikan membentuk sebuah teori karena telah memenuhi criteria adanya fenomena,penguraian dan penjelasan dan pengikhtisaran, orientasi, sistematisasi, identifikasi keputusan menciptakan strategi untuk penelitian, peramalan dan adanya asas-asas atau prinsip-prinsip.  Disamping itu, teknologi pendidikan mengandung tekhnik intelektual yang unik yaitu suatu cara pendekatan terhadap masalah.  Setiap fungsi dan pengembangan dan pengelolaan mempunyai metode tersendiri.  Namun metode berfikir dalam teknologi pendidikn bukn hasil dari penjumlahan tiap-tiap metode tersebut melaikan lebih luas. 
Teknologi pendidikan juga bermakna suatu proses yang terintegrasi, yang melibatkan manusia, prosedur, gagasan, peralaan, dan organisasi untuk menganalisis masalah-masalah pendidikan dan cara-cara pemecahannya, mencobakan model-model pemecahan, mengadakan penilaian dan mengelolanya.  Dalam pemecahan masalah-masalah kependidkan, semua sumber belajar yang dirancang, dipilih dan digunakan untuk menciptakan kegiatan belajar. Sumber-sumber tersebut dinyatakan sebgai pesan, orang, material, peralatan, metode, lingkungan atau situasi. 
2.      Kawasan teknologi pengajaran
Dalam teknologi pendidikan yag termasuksumber belajar ialah data, orang, atau benda, materi, prosedur, teknik, dan lingkungan yang dipergunakan baik secara tersendiri maupun digabungkan untuk mempermudah terjadinya kegiatan instruksional.  Sumber belajar dapat dipandang sebagai komponen sistem pengajaran yang dirancang, dipilih dan pemanfaatannya dimanfaatkan serta diidentifikasi sejak awal untuk kemudian dikombinasikan dengan sistem-sistem pengajaran yang lengkap untuk menghasilkan tindak belajar yng tearah dan terawasi.   Upaya memecahkan masalah-masalah kependidikan dalam teknologi instruksional dilakukan melalui sistem pengajaran yang merupakan kombinasi dari komponen-komponen sistem instruksional yang sengaja dirancang, dipilih dan dipergunakan secara terpadu.  Komponen sistem pengajaran itu terdiri dari pesan, orang , bahan, peralatan, teknik dan lingkungan.
3.      Komunikasi audiovisual
Pendekatan yang lebih menguntungkan dalam arti memperoleh pengertian yang lebih efektif dan lebih efisien dibidang audiovisual terdapat dalam konsep komunikasi.  Komunikasi  merupakan proses yang dinamis, menunjukkan unsure-unsur yang saling berhubungan, lebih bermakna daripada sekedar bahan dalam menyampaikan pesan dari sumber kepada penerimaan pesan.  Dari pelbagai model komunikasi yang ada, model komunikasi SMCR Berlo merupakan yang paing sederhana dan sangat berguna dalam melahirkan konsep-konsep teknologi instruksional.
4.      Kontribusi ilmu pengetahuan perilaku
Menurut B. F Skinner mengajar itu pada hakikatnya adalah rangkaian dari tiga macam variable. Yaitu :
a.       Suatu peristiwa dimana perilaku terjadi
b.      Perilaku itu sendiri dan
c.       Akibat perilaku
Kerangka teoritis dari komunikasi audiovisual memandng teknologi pengajaran memberikan tempa penting kepada stimulus atau pesan-pesan yang disajikan kepada siswa.  Adanya respons siswa dan umpan balik hanya disinggung secara sepintas.  B. f skinner memberikan tekanan bahwa perilaku siswa dan akibatnya atau penguatan perilaku merupakan unsure-unsur pokok didalam belajar.  Penguatan prilaku siswa merupakan lawan dari stimulus.  Bagaimana perilaku bitu bisa ditimbulkan dan diperkuat, menjadi asas dari teknologi instruksional. 
Kenyataan menunjukkan bahwa semakin banyak mekanisme penguatan dipakai didalam prosses belajar-mengajar, peranan guru semakin kecil.  Dsengan demikian, ilmu pengetahuan perilaku menambahkan gagasan baru bahwa peralatan itu diperlukan, tetapi tujuan penggunaannya berubah dari sarana penyajian materi pengajaran menjadi penguatan. 
Beberapa prinsip yang digunakan B. F Skinner dalam teaching machine ialah:
a.       Respon siswa diperkuat secara teratur dan secepatnya
b.      Mengusahakan agar siswa dapat mengontrol irama kemajuan belajarnya sendiri
c.       Tetap memelihara agar siswa mematuhi urut-urutan yang lengkap
d.      Adanya keharusan partisipasi melalui penyediaan respons
Tujuan-tujuan perilaku didalam proses pengajaran
Tujuan-tujuan perilaku itu ialah penekanan kepada perilaku kepada siswa serta kondisi-kondisi dimana perilaku tersebut akan terjadi.  Ini berarti telah memperluas pandangan terhadap teori komunikasi sehingga tidak hanya menempatkan siswa itu sendiri.
Criteria evaluasi hasil belajar
Menurut Glaser, referensi criteria evaluasi harus didasarkan atas derajat perilaku yang dicapai dan ditetapkan secara khusus dalam tujuan-tujuan, bukan bagaimana derajat perilaku itu dibandingkan dengan derajat perilaku yang dicapai oleh siswa lain.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar