Teknologi pengajaran, merupakan proses, bukan hanya dinyatakan oleh media atau peralatan. Dasar pandangan ini telah memperkuat konsep-konsep teori komikasi dan pengajaran berprogaram yang menegaskan bahwa teknologi pengajaran telah menerapkan pendekatan sistem kedalam bidang pengajaran, menekankan atau mengutamakan proses ketimbang hasil. Aplkasi pendekatan sistem dalam mendesain proses pengajaran telah berkembang lebih lanjut karena telah menyintesiskan pendekatan sistem dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan perilaku dalam menciptakan suatu pendekatan dengan cara-cara mengembangkan pengajaran secara teknologis.
1. Dari komunikasi audiovisual dan pendekatan sistem teknologi pengajaran
2. Konsep teknologi pendidikan telah membuka lebar daerah pengembangan teoritis, penelitian dan implementasinya dilapangan pendidikan. Sistem pengajaran sebagai wahana perlatan tersebut merupakan salah satu komponen dan pelbagai kemungkinan pilihan mengenai:
· Keperluan akan perubahan pengaturan ruang kelas
· Terpisahnya waktu dan ruang antara tutor perencanaan pengajaran dengan para siswa
· Kecanggihan desain sehubungan dengan pertukaran informasi antara tutor dan para siswa
· Kompleksitas dan pembiayaan perangkat keras
· Tingkat keterampilan teknis yang diperlukan bagi kontruksi dan instalasi perlengkapan, penggunaan serta perawatannya
· Pengendalian dan pemantauan secara terus-menerus dari pengajaran yang dipusatkan pada peralatan yang terlepas dari guru kelas
· Kebutuhan akan tenaga professional yang akan memakai teknologi pengajaran
Perubahan peranan dan keterampilan baru yang diperlukan oleh guru sehubungan dengan pengelolaan teknologi dan kegiatan-kegiatan pengajaran tak terstruktur tanpa media, tetapi penting guna pengembangan kepribadian, budaya dan penghayatan norma-norma yang terletak diluar kemampuan teknologi instruksional yang ada sekarang ini. Kerangka teoritis pengajaran tersebut telah memperkenalkan suatu konsep organisasi yang kompleks dan terintegrasi, sebab mangandung kesatuan yang lebih daripada sekedar proses, atau hanya manusia atau mesin dan bahkan lebih daripada penggabungan komponen-komponen mewujudkan hubungan interaksi yang unik. Dalam hubungan interaksi tersebut peranan pengelolaan sangat menentukan. Semua unsure harus dikelola dan dikontrol sehingga sistem dapat berjalan secara efektuf dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar