Minggu, 06 November 2011

PROBLEM-PROBLEM PENDIDIKAN AKTUAL


1.      Sarana dan prasarana yang kurang memadai
2.      Biaya pendidikan yang telalu mahal
3.      Alokasi dana pendidikan dari APBN yang tidak sampai kesasaran
4.      Guru mata pelajaran yang kurang ahli dalam bidangnya
5.      Pendidikan didaerah-daerah terpencil kurang diperhatikan
6.      Rendahnya kesejahteraan guru
7.      Rendahnya prestasi siswa-siswa
8.      Pendidikan yang kurang merata

5. Pendekatan sistem dalam pengajaran


Teknologi pengajaran, merupakan proses, bukan hanya dinyatakan oleh media atau peralatan.  Dasar pandangan ini telah memperkuat konsep-konsep teori komikasi dan pengajaran berprogaram yang menegaskan bahwa teknologi pengajaran telah menerapkan pendekatan sistem kedalam bidang pengajaran, menekankan atau mengutamakan proses ketimbang hasil.  Aplkasi pendekatan sistem dalam mendesain proses pengajaran telah berkembang lebih lanjut karena telah menyintesiskan pendekatan sistem dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan perilaku dalam menciptakan suatu pendekatan dengan cara-cara mengembangkan pengajaran secara teknologis.
1.      Dari komunikasi audiovisual dan pendekatan sistem teknologi pengajaran
2.      Konsep teknologi pendidikan telah membuka lebar daerah pengembangan teoritis, penelitian dan implementasinya dilapangan pendidikan.  Sistem pengajaran sebagai wahana perlatan tersebut merupakan salah satu komponen dan pelbagai kemungkinan pilihan mengenai:
·        Keperluan akan perubahan pengaturan ruang kelas
·        Terpisahnya waktu dan ruang antara tutor perencanaan pengajaran dengan para siswa
·        Kecanggihan desain sehubungan dengan pertukaran informasi antara tutor dan para siswa
·        Kompleksitas dan pembiayaan perangkat keras
·        Tingkat keterampilan teknis yang diperlukan bagi kontruksi dan instalasi perlengkapan, penggunaan serta perawatannya
·        Pengendalian dan pemantauan secara terus-menerus dari pengajaran yang dipusatkan pada peralatan yang terlepas dari guru kelas
·        Kebutuhan akan tenaga professional yang akan memakai teknologi pengajaran
Perubahan peranan dan keterampilan baru yang diperlukan oleh guru sehubungan dengan pengelolaan teknologi dan kegiatan-kegiatan pengajaran tak terstruktur tanpa media, tetapi penting guna pengembangan kepribadian, budaya dan penghayatan norma-norma yang terletak diluar kemampuan teknologi instruksional yang ada sekarang ini.  Kerangka teoritis pengajaran tersebut telah memperkenalkan suatu konsep organisasi yang kompleks dan terintegrasi, sebab mangandung kesatuan yang lebih daripada sekedar proses, atau hanya manusia atau mesin dan bahkan lebih daripada penggabungan komponen-komponen mewujudkan hubungan interaksi yang unik.  Dalam hubungan interaksi tersebut peranan pengelolaan sangat menentukan.  Semua unsure harus dikelola dan dikontrol sehingga sistem dapat berjalan secara efektuf dan efisien. 







RUANG LINGKUP TEKNOLOGI PENGAJARAN


1.      Batasan dan pengertian
Teknologi pengajaran merupakan satu himpunan dari proses terintegrasi yang melibatkan manusia, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi serta pengelolaan cara-cara pemecahan masalah-masalah pendidikan yang terdapat dalam situasi-situasi belajar yang bertujuan dan disengaja.  Dalam teknoogi pengajaran pemecahan-pemecahan masalah tersebut dibentuk dalam komponen-komponen sistem pengajaran yang dirancang sehingga merupakan  struktur alternative, yang dalam penggunaannya dikombimasikan kedalam satu sistem pengajaran yang lengkap.  Semua komponen teknologi pengajaran sesuai dengan parameter teknologi pendidikan.  Sebaliknya tidak semua komponen teknologi pendidikan dapat dimasukkan kedalam parameterteknologi pengajaran.  Kalau teknologi pengajaran sedang berjalan, maka teknologi pendidikan pun berjalan.  Akan tetapi, bila teknologi pendidikan sedang berjalan, tidak berarti teknologi pengajaran berjalan pula.  Didalam teknologi pendidikan, fungsi pengelolaan pengembangan lebih inklusif sifatnya karena fungsi tersebut berkaitan erat dengan pelbagai sumber belajar, tidak sesempit yang terdapat pada komponen-komponen sistem pengajaran karena mencakup semua sumber yang dapat dimanfaatkan  guna menyediakan fasilitas belajar kepada para siswa.  Rumusan teknologi pendidikan membentuk sebuah teori karena telah memenuhi criteria adanya fenomena,penguraian dan penjelasan dan pengikhtisaran, orientasi, sistematisasi, identifikasi keputusan menciptakan strategi untuk penelitian, peramalan dan adanya asas-asas atau prinsip-prinsip.  Disamping itu, teknologi pendidikan mengandung tekhnik intelektual yang unik yaitu suatu cara pendekatan terhadap masalah.  Setiap fungsi dan pengembangan dan pengelolaan mempunyai metode tersendiri.  Namun metode berfikir dalam teknologi pendidikn bukn hasil dari penjumlahan tiap-tiap metode tersebut melaikan lebih luas. 
Teknologi pendidikan juga bermakna suatu proses yang terintegrasi, yang melibatkan manusia, prosedur, gagasan, peralaan, dan organisasi untuk menganalisis masalah-masalah pendidikan dan cara-cara pemecahannya, mencobakan model-model pemecahan, mengadakan penilaian dan mengelolanya.  Dalam pemecahan masalah-masalah kependidkan, semua sumber belajar yang dirancang, dipilih dan digunakan untuk menciptakan kegiatan belajar. Sumber-sumber tersebut dinyatakan sebgai pesan, orang, material, peralatan, metode, lingkungan atau situasi. 
2.      Kawasan teknologi pengajaran
Dalam teknologi pendidikan yag termasuksumber belajar ialah data, orang, atau benda, materi, prosedur, teknik, dan lingkungan yang dipergunakan baik secara tersendiri maupun digabungkan untuk mempermudah terjadinya kegiatan instruksional.  Sumber belajar dapat dipandang sebagai komponen sistem pengajaran yang dirancang, dipilih dan pemanfaatannya dimanfaatkan serta diidentifikasi sejak awal untuk kemudian dikombinasikan dengan sistem-sistem pengajaran yang lengkap untuk menghasilkan tindak belajar yng tearah dan terawasi.   Upaya memecahkan masalah-masalah kependidikan dalam teknologi instruksional dilakukan melalui sistem pengajaran yang merupakan kombinasi dari komponen-komponen sistem instruksional yang sengaja dirancang, dipilih dan dipergunakan secara terpadu.  Komponen sistem pengajaran itu terdiri dari pesan, orang , bahan, peralatan, teknik dan lingkungan.
3.      Komunikasi audiovisual
Pendekatan yang lebih menguntungkan dalam arti memperoleh pengertian yang lebih efektif dan lebih efisien dibidang audiovisual terdapat dalam konsep komunikasi.  Komunikasi  merupakan proses yang dinamis, menunjukkan unsure-unsur yang saling berhubungan, lebih bermakna daripada sekedar bahan dalam menyampaikan pesan dari sumber kepada penerimaan pesan.  Dari pelbagai model komunikasi yang ada, model komunikasi SMCR Berlo merupakan yang paing sederhana dan sangat berguna dalam melahirkan konsep-konsep teknologi instruksional.
4.      Kontribusi ilmu pengetahuan perilaku
Menurut B. F Skinner mengajar itu pada hakikatnya adalah rangkaian dari tiga macam variable. Yaitu :
a.       Suatu peristiwa dimana perilaku terjadi
b.      Perilaku itu sendiri dan
c.       Akibat perilaku
Kerangka teoritis dari komunikasi audiovisual memandng teknologi pengajaran memberikan tempa penting kepada stimulus atau pesan-pesan yang disajikan kepada siswa.  Adanya respons siswa dan umpan balik hanya disinggung secara sepintas.  B. f skinner memberikan tekanan bahwa perilaku siswa dan akibatnya atau penguatan perilaku merupakan unsure-unsur pokok didalam belajar.  Penguatan prilaku siswa merupakan lawan dari stimulus.  Bagaimana perilaku bitu bisa ditimbulkan dan diperkuat, menjadi asas dari teknologi instruksional. 
Kenyataan menunjukkan bahwa semakin banyak mekanisme penguatan dipakai didalam prosses belajar-mengajar, peranan guru semakin kecil.  Dsengan demikian, ilmu pengetahuan perilaku menambahkan gagasan baru bahwa peralatan itu diperlukan, tetapi tujuan penggunaannya berubah dari sarana penyajian materi pengajaran menjadi penguatan. 
Beberapa prinsip yang digunakan B. F Skinner dalam teaching machine ialah:
a.       Respon siswa diperkuat secara teratur dan secepatnya
b.      Mengusahakan agar siswa dapat mengontrol irama kemajuan belajarnya sendiri
c.       Tetap memelihara agar siswa mematuhi urut-urutan yang lengkap
d.      Adanya keharusan partisipasi melalui penyediaan respons
Tujuan-tujuan perilaku didalam proses pengajaran
Tujuan-tujuan perilaku itu ialah penekanan kepada perilaku kepada siswa serta kondisi-kondisi dimana perilaku tersebut akan terjadi.  Ini berarti telah memperluas pandangan terhadap teori komunikasi sehingga tidak hanya menempatkan siswa itu sendiri.
Criteria evaluasi hasil belajar
Menurut Glaser, referensi criteria evaluasi harus didasarkan atas derajat perilaku yang dicapai dan ditetapkan secara khusus dalam tujuan-tujuan, bukan bagaimana derajat perilaku itu dibandingkan dengan derajat perilaku yang dicapai oleh siswa lain.




LANDASAN TEKNOLOGI PENGAJARAN


1)      Landasan filosofis
Konsep model pendidikan teknologis secara filosofis mirip dengan model pendidikan klasikal, yaitu bertumpu pada asumsi bahwa model pendidikan itu hendaknya merupakan suatu bentuk atau contoh utama dari masyarakat yang lebih luas sebagai hasil karya pendidikan.  Dengan demikian, maka dalam konteks masyarakat yang lebih luas, titik berat penekanannya ditujukn kepada dimensi-dimensi, kecenderungan-kecenderungan untuk timbulnya masyarakat teknologi.  Pendidikan adalah modifikasi dari perilaku yang dicapai melalui aplikasi kondisi yang diperkuat melalui peralatan teknologi.  Isi pelajaran dan metodologi pengajaran ditetapkan dengan dukungan teknologi.  Secara esensial mesin pengajaran menggantikan peranan guru, dan siswa berperan sebagai trainee yang mempelajari semua data serta keterampilan yang berguna bagi jabatan atau kedudukannya dibidang teknologi dimasa yang akan datang.  Bantuan-bantuan teknologis kepada manusia, memungkinkan manusia memahami tumbuhnya masyarakat teknologis yang sangat kompleks.  Teknologi dipandang sebagai suatu alat atau sarana yang bebas nilai, bisa dipakai untuk kesejahteraan, atau sebaliknya bisaa juga digunakan untuk kebinasaan.  Dalam proses belajar mengajar, modelpendidikan teknologis lebih menitik beratkan kemampuan siswa secara individual diman materi pelajaran disusun ditingkat kesiapan sehingga siswa mampu mempertunjukkan perilaku tertentu yang diharapkan.  Dengan model ini guru berdiri dibelakang layar sepanjang mesin pengajaran bisa berbuat banyak, efisien dan akurat dalam menangani pelbagai tugas yang komplek.  Guru dapat berlepas tangan dari pembentukkan dimensi-dimensi non kognitif para siswanya.  Disamping itu guru juga dapat terlepas dari tugasnya sebagai pemberi informasi semata-mata kareena sudah diambil alih peranannya oleh hardware seperti OHP, slides suara, films, TV, teaching machine dll.  Sementara itu materi pelajaran dipilih oleh para ahli bidang studi yang berisi rangkaian butir tujuan pengajaran dan keterampilan berperilaku menuju kearah kemampuan-kemampuan siswa yang bersifat kejuruan.
2)      Landasan sosiologis
Pesatnya penggunaan teknologi didalam pendidikan pada tahun 1950an sesungguhnya merupakan akibat munculnya dua factor yaitu pertama-tama timbulnya kepercayaan terhadap iomu pengetahuan sebagai cara untuk memperbaiki mutu kehidupan, kedua terjadinya ledakan penduduk usia sekolah.  Tantangan tersebut segera memperoleh jawaban dari dunia perekonomian dengan menciptakan pelbagai perangkat keras sebagai tujuan teknologis yang dirancang untuk tujuan pengajaran yang lebihefektif serta ekonomis.  Proses belajar mengajar dilihat dari sudut pandang komunikasi tidak lain adalah proses penyampaian pesan, gagasan, fakta , makna, konsep, data yang sengaja dirancang sehingga dapat diterima oleh penerima pesan atau komunikan.  Guru sebagai komunikator menyampaikan pelajaran sebagai pesan kepada siswa-siswa sebagai komunikan.  Selama komunikasi itu berjalan, terjadilah proses psikologis dimana terjadi kegiatan saling mempengaruhi diantara komunikator dan komunikan.  Inilah yang lazim disebut interaksi. 
3)      Landasan psikologis
Teknologi pengajaran sebagai upaya membantu siswa dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran didasarkan atas psikologi.  Diatara cabang-cabang psikologi yang paling erat kaitannya dengan teknologi pengajaran adalah psikologi belajar.  Hal ini tidak berarti bahwa cabang psikologi lainnya seperti psikologi perkembangan, psikologi kepribadian, dan psikoogi sosial, tidk penting namun dengan kontribusi cabang psikologi tersebut tidak sekuat psikologi belajar.  Dengan perkataan lain, teori pengajaran bersumber dari teori belajar.  Teknologi pengajaran pada hakikatnya adalah teori pengajaran seperti halnya teori kurikulum , teori administrasi pendidikan, teori bimbingan penyuluhan, teori penilaian dll.  Itulah sebabnya salah satu diantar landasan teori pengajaran atau teknologi pengajaran adalah psikologi belajar.



STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPE INTLLIGENCE (MI) UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI DALAM PEMBELAJARAN


                                I.            Konsep multiple intelegence
Mi lahir sebagai koreksi terhadap konsep kecerdasan yang dikembangkan oleh alfed binet yang meletakkan dasar kecerdasan seseorang pada IQ saja.  Tes yang dikembangkan bine menurut gardner belum mengukur kecerdasan seseorang sepenuhnya yaitu kecerdasan linguistic, kecerdasan matematis, spasial, kinestetik, jasmani, musical, interpersonal, intra personal. Dan kecerdasan naturalis. Adapun yang menarik dalam penelitian gardner terhadap kedelapan jenis kecerdasan tersebut bahwa setiap kecerdasan bekerja dalam sistem otak yang relative otonom.
                             II.            Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu pendekaan dalam mengorganisasikan komponen-komponen pembelajaran yang dibutuhkan untuk mencai tujuan.  Strategi ppembelajaran berorientasi pada kompetensi, pada dasarnya strategi pebelajaran yang berupa mengaitkan setiap materi yang dipelajari oleh siswa dengan kehidupan sehari-hari atau bidang 2 tertentu sehingga siswa dapat merasakan makna dari setiap materi pelajaran yang diterimanya dan mengimplementasikannya berbagai aspek kehidupan,





PENERAPAN KONSEP DAN PRINSIP PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN DESAIN PESAN DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DAN BAHAN AJAR


Ø      Konsep pembelajaran kontekstual
Proses belajar yang murni terjadi secara alamiah dimana proses berpikirnya adalah penemuan makna sesuatau bersifat kontekstual dalam arti ad kaitannya dengan lingkunagan, pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki (pembendaraan ingatan, pengalaman, respons0 dan oleh karenanya berpikir itu merupakan proses pencarian hubungan untuk menemukan makna dan manfaat pengetahuan tersebut.  Pembelajaran kontekstual mendorong siswa untuk mengalami proses belajar seperti itu.  Pembelajaran kontekstuan menekankan untuk para pendidik untuk memadukan sebanyak mungkin pengalaman belajar seperi lingkungan sosial, budaya, fisik, dan lingkungan psikologis untuk mencapai tujuan pembelajaran. 
Ø      Prinsip dan strategi pembelajaran kontekstual
1.      Keterkaitan, relevansi
2.      Pengalaman langsung
3.      Apkikasi
4.      Kerjasama
5.      Alih pengetahuan

Prinsip-prinsip desain pesan pembelajaran
1.      Kesiapan dan motivasi
2.      Penggunaan alat pemusat perhatian
3.      Partisipasi aktif siswa
4.      Perulangan
5.      Umpan balik
Pengintegrasian konsep pembelajaran kontekstual dan prinsip desain pesan ke dalam pembelajaran dan bahan ajar
Konsep, prinsip, dan strategi pembelajaran kontekstual dan prinsip-prinsip desain pesan pembelajaran perlu diintegrasikan dan diterapakan kedalam setiap komponen strategi pembelajaran yang relevan
1.      Kegiatan pembelajaran pendahuluan
2.      Penyampaian materi pembelajaran
3.      Memancing kinerja siswa
4.      Pemberian umpan balik
5.      Kegiatan tindak lanjut
Penutup
Kurikulum dan pembelajaran kontekstual didasarkan atas prinsip dan strategi pembelajaran yang mendorong terciptanya lima bentuk pembelajaran yaitu; keterkaitan, pengalaman langsung, kerjasama dan alih pengetahuan.
Menyampaikan pembelajaran hakikatnya merupakan kegiatan menyampaikan kegiatan pesan kepada siswa oleh narasumber dengan menggunakan bahan, alat, teknik, dan dalam lingkungan tertentu.  Agar penyampaian pesan tersebut efektif perlu diperhatikan beberapa prinsip desain esan pembelajaran yang meliputi prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, partisipasi aktif siswa, perulangan
dan umpan balik.




Kamis, 20 Oktober 2011

PENGERTIAN BELAJAR

 Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia :
Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. 
Pengertian belajar menurut beberapa ahli :
1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap.
3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu  itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.
6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah  serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.
7. R. Gagne (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) hal 22. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku
8. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln
9. Robert M. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi.
10. Lester D. Crow and Alice Crow (WWW. Google.com) Belajar adalah acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap.
11. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Google.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman

PENGERTIAN PEMBELAJARAN
1. Knowles
Pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan
2. slavin
Pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman
3.woolfolk
Pembelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal dalam pengetahuan dan tingkah laku
4. crow & crow
Pembelajaran adalah pemerolehan tabiat, pengetahuan dan sikap
5. rahil mahyudin
Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku yang melibatkan ketrampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran intelek
6. achjar chalil
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar
7. corey
Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus
8. GA. kimble
Pembelajaran merupakan perubahan kekal secara relatif dalam keupayaan kelakuan akibat latihan yang diperkukuh.
9. munif khatib
Pembelajaran adalah proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi

                                                      PENGERTIAN PENDIDIKAN

1. UU Sisdiknas
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
2.  Carter V. Good
 Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya.
3. Godfrey Thomson
Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tepat didalam kebiasaan tingkah lakunya, pikiranya dan perasaannya.
4.  UNESCO
UNESCO menyebutkan bahwa: “education is now engaged is preparinment for a tife
Society which does not yet exist” atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada. Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value). Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu,sekarang,dan masa datang.
5.  Thedore Brameld
‘’Education as power means copetent and strong enough to enable us,the majority of people,to decide what kind of a world‘’. (Pendidikan sebagai kekuatan berarti mempunyai kewenangan dan cukup kuat bagi kita, bagi rakyat banyak untuk menentukan suatu dunia yang macam apa yang kita inginkan dan macam mana mencapai tujuan semacam itu).

PENGERTIAN PENGAJARAN

Pengajaran merupakan aktivitas atau proses yang berkaitan dengan penyebaran ilmu pengetahuan atau kemahiran yang tertentu. Meliputi perkara-perkara seperti aktivitas perancangan, pengelolaan, penyampaian, bimbingan dan penilaian dengan tujuan menyebarkan ilmu pengetahuan atau kemahiran kepada pelajar-pelajar dengan cara yang berkesan.Pendidikan identik dengan pengajaran yang membedakan keduanya hanya masalah waktu. Istilah pengajaran lebih dikenal dizaman dulu (pengertian lama).Pengajaran merupakan pembinaan terhadap anak didik yang hanya menyangkut segi kognitif dan psikomotor saja yaitu agar anak lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap berfikir kritis, sistematis, objektif ,dan terampil dalam mengerjakan sesuatu. Tujuan pengajaran lebih mudah ditentukan dari tujuan pendidikan.Adapun menurut kamus besar bahasa Indonesia (1991) berasal dari kata “ajar”, artinya petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut). Kata mengajar berarti memberi pelajaran. Contoh : guru itu mengajar murid matematika, sedangkan kata mengajarkan berarti memberikan pelajaran. Contoh : siapa yang mengajarkan matematika kepada murid kelas IV? Berdasarkan arti-arti ini, kemudian kamus besar bahasa Indonesia itu mengartikan pengajaran sebagai proses pembuatan, cara mengajar atau mengajarkan.Sedangkan istilah pengajaran dalam bahasa inggris disebut instruction atau teaching. Akar kata instruction adalah kata instruct, artinya to direct to do something; to teach to do something; to furnish with information, yakni memberi pengarahan agar melakukan sesuatu, mengajar untuk melakukan sesuatu, memberi informasi. Istilah pengajaran menurut Reber (1998) berarti : pendidikan atau proses perbuatan mengajarkan pengetahuan.
Sementara itu Tardif (1987) memberi arti pengajaran secara terperinci yaitu : A preplanned, goal directed educational process designed to facilitate learning, yaitu pengajaran adalah sebuah proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar.